Aku sendiri tak percaya dengan cinta pada pandangan pertama. tapi kau adalah pengecualian. kau muncul disudut mata seperti sesuatu yang wajar adanya, menghangatkan wajahku seperti cahaya matahari pagi, suaramu bergelenyar lembut seperti belaian angin sore, seluruh inderaku bereaksi waspada, kau adalah godaan yang tak bisa disangkal begitu saja.
"siapa namamu?" batinku bertanya-tanya. Kau benar-benar membuat pikiranku tak karuan. aku semakin sering melihatmu dalam hidupku, tetapi aku tak punya petunjuk secuilpun tentangmu. kau misterius seperti malam tak berbulan. hadirmu memabukkan seperti aroma rempah-rempah.
Namun, sebelum aku behasil membongkar misteri tentangmu, sosokmu menguap begitu saja seperti embun menjelang siang. kukira nyeri di hatiku juga bisa cepat pergi, dibantu oleh waktu-- ternyata aku salah.

0 komentar:
Posting Komentar