1
Aku Menyukaimu... , Aku membencimu,
Aku tak bisa menerima setiap perubahan yang terjadi dalam diriku saat bertemu denganmu.
Tapi kau seperti air, mengalir begitu saja di dalam hidupku. Dan sebentar saja, kau sudah jadi bagian
yang tak bisa kusisihkan dari hari-hariku. Sebagian dariku tak siap tunduk begitu saja dibawah pesonamu.
Dan niatmu menyatu bersama senyuman dan tenang sikapmu. Kau membiarkan aku menebak-nebak kemana kau akan membawa hubungan ini. Aku bertanya-tanya dan tak bisa berhenti menyipit curiga ke arahmu.
Sampai suatu saat, kau membuka rahasia hatimu.
Kau ingin menggantikannya,  dia yang sudah meninggalkanku. Kau bilang lagi, bisa mencintaiku seperti yang aku mau. Aku mendengus, menahan diri untuk tidak tertawa. Betapa tidak, kau baru saja mengatakan hal yang tak masuk akal.
Cintalah yang melukaiku dulu, Bagaimana mungkin kau bisa meyakinkanku bahwa kali ini cinta jugalah yang akan menyelamatkanku dari kesepian ini..
5
Ini kata yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. 
Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.
Namun, ketika dia hadir dalam hidupmu diantara kita, akupun sadar
kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa
memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya
kau terlelap disisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan kepadamu.
Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu.
Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tau itu..
Tapi... bagaimana dengan aku? Bagaimana caraku bahagia tanpa mu?



*spesial untuk jeni, #passss :p*
0

Aku tak akan membiarkan diriku jatuh cinta pada seseorang yang tak bisa kumiliki...


Kau adalah musuh bagi hatiku. Yang membuat aku waspada dan aku buru-buru membentengi diri agar tak terpikat pada pesonamu. Tapi, kau terus memaksa masuk. Seperti kuda Troya, kau sukses menyelusup ke ruang hatiku. Aku memang bertekad menjauhimu, tetapi ternyata jantungku tak cukup kuat untuk membendung setiap debaran yang tercipta karena dirimu.

Aku tau akan menyesali semuanya, tetapi tak ada yang bisa kulakukan... Aku terlanjur menerjunkan diri kedalam api cintamu. Terbakar bersama cinta yang kelak juga akan membumihanguskan kebahagiaanku. Aku nekat, mengambil resiko terluka lagi.... dan kali ini karenamu.



0

Aku telah melangkah melewati beribu-ribu jarak, beribu-ribu hari, membawa ruang kosong dihatiku.

Cinta telah kutitipkan pada masa lalu, tetapi aku masih menyimpan sehela harapan masa depan bersamamu.

Aku masih ingat hangat jemarimu, membawakan getar hidup yang hilang bersama langkahmu yang menjauh

Lalu, hari ini, kau tiba-tiba berdiri dihadapanku, menatapku lekat, seolah membiarkanku membaca gurat-gurat kisah yang selalu kau sembunyikan. Aku hanyut dalam diam, seketika mengulang kembali sebuah kisah cinta dalam benakku.

Kali ini, apakah hanya cinta yang kau bawakan untukku? dan, apakah kau berharap aku menyambutmu dalam peluk hangat dan isak penuh kerinduan? Tapi, aku takut cinta seperti pelangi yang indah terlihat, tetapi ternyata hanyalah ilusi.

Dan, aku khawatir ketika mendapatimu hanya terdiam, Apakah kau pun mulai ragu dengan cinta, cinta yang kau bawakan kemarin untukku?

AYAH, pemilik cinta yang terlupakan

Seorang Ayah tak akan begitu nampak cintanya.. 
Ia selalu menyembunyikan cintanya dibalik kelembutan ibu.
Rindunya senantiasa terpendam dibalik ketegasannya

kasihnya akan terlihat setelah ia tiada. Pesannya akan tersimpan
saat kita mengenang kalimat-kalimat pedasnya untuk kita,
anak yang selalu ingin dijaga dan diayominya.

sayangnya begitu sejati dibalik kekerasannya, mendidik,
menjadikan anak"nya manusia yang bisa berarti , berguna nantinya

Cintanya sangat utuh bisa kita rasakan ketika ia telah meninggalkan kita selamanya


 
Copyright © my everything..