Ini kata yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki.
Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.
Namun, ketika dia hadir dalam hidupmu diantara kita, akupun sadar
kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa
memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya
kau terlelap disisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan kepadamu.
Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu.
Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tau itu..
Tapi... bagaimana dengan aku? Bagaimana caraku bahagia tanpa mu?
*spesial untuk jeni, #passss :p*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

5 komentar:
aq menemukan penawar, tapi entah berapa lama harus dbertahan,,,tetap utk ditelan ato akan jadi darah daging...
Mungkinkah hati rapuh itu tulus berbahagia, bila butiran hujan terus menerus menitik melubangi...
Hanya waktu bisa menjawab...
Hanya waktu ...
waktuu bisa menunggu kakak..tapi rasa gak akan pernh boong...kayak iklaan..wkkwkww
Cintalah yang melukaimu, bagaimana mungkin cinta bisa meyakinkanmu bahwa cintalah yang akan menyelamatkanmu dari kesepian.. ^^...#ehm
wkwkwkwkk.. kenape jadi saut2an yeee :p
Posting Komentar